Kita ini satu, kasihku.
Kau telah memasuki diriku dan salah satu dari kita
Tak bisa memutus hubungan tanpa menghancurkan yang lain.
Hubungan ini menjadi milik "diri" kita yang lebih besar.
Aku tidak bisa berfikir, berimajinasi, mencipta dan bekerja
tanpa kau, lebih daripada tanpa diriku sendiri. Dan suatu
hubungan harus kuat memikul derita seperti hubungan kita
dan menahan goncangan sedemikian rupa seperti masa-masa
menyakitkan yang sudah kita lewati. Tetapi tanpa masa-masa
menyakitkan itu, kukira ini tidak akan jadi begitu indah...
Kasihku...
Kuharap aku dapat mengatakan kepadamu
apa arti kehadiranmu untukku
Semua itu menciptakan jiwa dalam jiwaku
Engkau selalu datang di saat aku memerlukannya,
dan semua itu selalu membuat kita sangat mengharapkan
lebih banyak hari, lebih banyak malam dan lebih banyak kehidupan.
Kapan saja hatiku hampa dan gemetar,
Aku merasa sangat membutuhkan seseorang untuk mengatakan
kepadaku bahwa masih ada hari esok untuk semua hati yang
hanpa dan gemetar dan engkau selalu melakukannya untukku...
Kasihku...
Aku adalah ombak
Aku dan pantai adalah sepasang kekasih
Angin menyatukan dan memisahkan kami
Aku datang dari atas temaram,
untuk menggabungkan perak buihku
dengan emas pasirnya
Dan kusejukkan jiwanya yang membara
dengan kelembabanku
Menjelang fajar kubacakan dalil gairah buat kekasihku
dan ia menarikku ke dadanya
Di senja hari kunyanyikan do'a kerinduan
dan ia memelukku...
Aku mencintaimu, Kasihku
Sebelum kita berdekatan
sejak pertama kulihat engkau
Aku tahu ini takdir.
Kita akan selalu bersama dan
tidak akan ada yang memisahkan kita, selamanya.
.jpg)
